Pertama kali aku melihatmu, mengenalmu dengan hanya sekedar tahu siapa namamu. Aku tidak pernah bermimpi dan merencanakan pertemuan itu. Semua terjadi begitu saja, seolah kita ditakdirkan untuk bertemu. Entah dari sisi mana aku melihatmu dan menyukaimu begitu saja. Namun.. itu hanya dalam asaku, hanya memiliki rasa tanpa menyampaikannya. Kasih dalam diam, itu sudah cukup bagiku. Sapaan-sapaan lembutmu semakin menambah kebahagiaan di dalam hatiku, pertanyaan-pertanyaan kecilmu membuatku seolah diperhatikan. Terima kasih.
Entah mengapa Tuhan menakdirkan kita untuk bertemu kedua kalinya dan saling berbicara. Kita membicarakan banyak hal dan kamu membuatku semakin menyukaimu, dengan apa adanya dirimu yang begitu lucu dan menyenangkan. Aku tak pernah memintamu menyukaiku atau meluangkan waktumu bersamaku, kamu yang memberikan semua itu karena kamu menghargai kehadiranku, dengan sukarela kamu memberikan waktumu. Hal itu membuatku tersipu dan siap memberikan hatiku sepenuhnya untukmu.
Aku pernah merasakan sakit dalam suatu hubungan, namun kehadiranmu meyakinkanku bahwa hanya butuh waktu untuk menemukan orang yang lebih baik. Aku mulai berharap, bahwa kamu adalah akhir. Meskipun kamu tidak pernah berjanji dan meyakinkanku, aku percaya padamu, sepenuhnya. Karena ada yang pernah berjanji dan berusaha meyakinkanku, namun hal itu pun tidak menjadi jaminan. Sebaiknya kamu seperti ini saja, tak berjanji dan tak meyakinkan, agar kelak jika kamu tidak dapat bertahan, hal itu tidak menjadi sebuah ingkar janji, karena kamu memang tak menjanjikan.
Kamu memang bukan orang pertama yang masuk dalam hidupku dan hatiku, namun kamu adalah orang yang membuatku sekali lagi berani merasakan cinta dan memberikan hatiku sambil berharap-harap cemas semoga kamu tidak akan menyakitinya seperti mereka yang sudah-sudah.
Aku bahagia ketika kamu berbagi banyak hal tentangmu, kehidupanmu, keluargamu, bahkan keluh kesahmu. Tahukah kamu? Aku merasa begitu berharga. Terima kasih.
Kamu sudah berhasil membuatku menjadi seperti ini, menyayangimu seperti tidak akan berakhir. Terkadang.. diri ini begitu menyedihkan, tolong.. jangan menyakitiku. Dari mereka yang dulu, aku selalu gagal sehingga aku menjadi sangat ketakutan jika sekali lagi harus merasakan semua itu. Aku selalu berpikir positif untukmu, bahkan disaat kamu mulai mengabaikanku, aku selalu membuat pikiranku tenang dengan berpikir, kamu hanya sedang sibuk bekerja dan sedang tidak punya banyak waktu untukku. Aku tetap memilih untuk sabar menunggumu. Aku tetap memilih untuk hanya mencintaimu, meskipun mungkin aku bukanlah satu-satunya, aku hanya salah satunya bagimu. Aku sangat takut, aku ketakutan, aku takut jika aku akan membunuh diriku sendiri secara perlahan nantinya karena takut akan kehilangan lagi. Aku percaya, cinta bisa ditanam, bisa disemai, dipupuk, terus diusahakan untuk tumbuh. Karena hati itu fleksibel. Tidak mutlak!
Jika memang cintamu tidak semudah itu tumbuh meskipun dipupuk, setidaknya kamu masih punya hati untuk tidak mengabaikan orang yang pernah merasa begitu berharga dibuatmu ini. Jika memang kamu mengabaikanku karena masih banyak kesalahan yang aku lakukan, aku sedang berusaha memperbaikinya, aku sedang berusaha menjadikan diriku lebih pantas untukmu.
Aku tidak akan mengandalkan rasa cintaku ini lagi, karena aku tahu itu tidak cukup untukmu, aku tidak hanya akan mengandalkan rasa sayang dan kesetiaan yang kumiliki. Aku akan menjadi lebih baik setiap harinya. Aku akan mencoba memberikan apapun yang kamu inginkan sebaik mungkin. Karena aku sudah sangat mencintaimu, dan rasa ini sudah sangat dalam buatku. Rasa yang tak pernah kuminta ini membuatku tetap bertahan sebisa mungkin untuk mempertahankanmu. Aku telah memilih untuk diam di sini dan menunggumu. Jika nantinya kamu sudah tak nyaman lagi, atau ada orang lain yang lebih membuatmu nyaman, sampaikan! Aku tidak akan memaksamu untuk menghargai rasaku, karena aku sadar.. aku tidak memiliki keunggulan apapun. Kamu tahu, aku tidak pernah meminta untuk jatuh cinta kepadamu, aku bahkan tak pernah memimpikan itu sebelumnya.
Terima kasih telah membuatku berani merasakan cinta sekali lagi. Kamu bisa memintaku untuk bersabar, aku akan sangat bersabar, kamu bisa memintaku untuk lebih menahan rasa, aku akan diam saja.
Dari aku yang menyayangimu. LMdBS
