Translate

Kamis, 15 Januari 2015

Terkesan

Terima kasih untukmu, yg tidak dapat disebutkan namanya dalam tulisan ini, karena sesuatu yg terlalu nampak akan segera hanyut dan tak berarti.
Awal pertama bertemu, kesibukan luar biasa ada dalam pandanganmu. Jujur, itu sangat meresahkan. Namun, apapun tampak yg kau berikan ketika melihatku, aku harus tetap mengangkat wajah dan tersenyum.
Aku pahami lelahmu setiap hari, namun apa dayaku, aku hanya ingin menjalankan tugasku. Tugas yg harus aku lakukan demi baikku.
Raut wajah itu kini mulai terlihat dengan semakin jelas, berlalu dan indah. Menenangkan hati, menarik senyuman, mengembangkan hati, dan menciptakan linang di pelupuk mata.
Kalimat terbaik yg pernah kau bagikan padaku pada saat-saat terakhir kita bertatap, kalimat yg begitu umum biasa terdengar. Namun sangat begitu berarti ketika kau yg menyampaikannya, bahwa "Tidak semua hal di dunia ini akan terjadi sesuai dengan yg kita harapkan".


Aku mengerti, bahwa rasa syukur adalah pokok utama yg harus aku teladani. Dan apapun yg sudah hanya akan menjadi kesudahan yg harus aku cintai.
Kau mendidikku dengan keanggunan. Di tengah kesibukkanmu, kau selalu meluangkan waktu untukku yg tak begitu berarti. Aku terdiam ketika hanya senyuman yg selalu kau tebarkan untukku. Aku masih segan padamu, bahkan sampai saat ini, meskipun disaat kemarin kau mengatakan sebuah hal yg aku paham untuk membuatku nyaman. Maaf, biarkanlah rasa segan ini menjadi alasanku untuk tetap menghormatimu dan menyayangimu. Bukankah itu jauh lebih baik? SS