Berharap..
Banyak hal yg kita lakukan di dunia ini, entah memiliki tujuan ataupun tidak. namun semua itu terbiasa dengan tujuan yg pasti. Namun ketika semua tak berarti. Setiap detik dan penantian hanya akan menjadi sia-sia. Untuk apa kita teruskan?
Kepastian..
Adalah hal yg selalu dinanti-nantikan. Ketika semua tergantung, dan tak berisi, tak bermakna. Semua pupus.
Apa lagi yg kita tunggu?
Penantian..
Dan satu hal yg selalu dilakukan sampai serasa diri ini bodoh. Menanti.
Ketika dengan berharap mengecewakan, dan kepastian yg tak kunjung datang. Apa harus terus menanti?
Sampai kapan?
Sabar..
Kunci dari segala keabadian di bumi. Kata penuh makna yg hanya bisa dilakukan oleh mereka yg hebat. Yaa. hebat karena bisa bertahan, melakukannya, dan terus melakukannya. Sabar..
Menutup mata..
Ketika tak mampu berkata-kata, entah apa yg harus dilakukan lagi. Tutuplah mata ini sejenak. Tarik nafas dengan lembut, dan sabarkan hati. Pandangi kegelapan yg dirasakan, lihat.. kesunyian, kelegaan ketika melepaskan setiap nafas yg tertarik. Jatuhkan saja air mata itu jika memang dia harus menetes. Itulah kebesaran yg tiada batasnya. Diri serasa mengembang bagaikan balon yg ditiup, besar, ringan, terangkat.
Cukup..
Jika kebesaran itu telah diperoleh, maka cukupkanlah semua itu sampai di sini. Tak perlu lagi ada pengharapan yg sia-sia, tak perlu lagi menunggu kepastian yg tak kunjung datang, tak perlu lagi menanti hal yg tak jelas dan tak akan pernah datang, tak perlu lagi untuk terus bersabar. Bukalah mata, dan cukupkan semuanya.
Ikhlas..
Damaikan hati, tegarkan jiwa. Ikhlaskan. AS
Translate
Minggu, 25 Mei 2014
Sabtu, 24 Mei 2014
Setengah Tiga
Selamat siang menjelang sore yg penuh dengan kegalauan. Dunia sedang menyambutku dengan penuh senyuman. Ketika malam tiba, mungkin aku tak sesibuk kemarin lagi. Hari ini ada seberkas cahaya yang terpancar dari wajah. Sesuatu yg baik terjadi hari ini.
Dibalik sedikit kebahagiaan ini, kesedihan selalu mengikutiku. Tak pernah terlepas sejak saat itu, tepat dimana semuanya berubah.
Entah apa yg terjadi, tapi aku selalu bertahan dengan keadaan ini, sampai saatnya tiba. Saat apa? Haha.. saat dimana semua ini akan benar-benar berakhir, atau berlanjut. Yaa.. entahlah.
Meneruskan kehidupan seperti biasa, lebih tepatnya lagi seperti dulu, haha... dulu sebelumnya aku begitu asik dengan kehidupan yang serba sendiri, bersama teman, menikmati indahnya hidup.
Inilah alasan mengapa penyesalan selalu ada di belakang. Setelah dipikirkan, tidak ada gunaya utk menyesali, toh itu semua nggak akan ngembaliin yg dulu.
Malam kembali hadir. Tidur pulas menemani sore mendung tadi. Sempat pulang dan kembali lagi. Kembali berkumpul bersama mereka yang selalu ada bersamaku, tapi aku yg tak selalu ada untuk mereka.
Ahh... teman.
Apa yg ku bawa ke sini? Kesedihan? Nggak juga.
Kebahagian? Lebih-lebih lagi nggak ada. Hehe. Hanya ini, tubuh. Terbawa kesana kemari mengikuti kemana arah kaki berjalan.
Senang bersama mereka yg selalu menghibur kesendirian ini.
Nampak kini di depan hadapanku, sesuatu yg begitu bersinar, sangat terang. Bersuara, lucu, menghibur. Ini yg bisa menemani kesunyian di dalam hati.
Apa itu? Sesuatu yg selalu kita rasakan tiap hari, mungkin bagi mereka yg menyenanginya.
Biarkan malam ini ku lewati bersama mereka, bersama sesuatu yg bersinar itu. :)
Mungkin akan menjadi malam panjang.
Langganan:
Postingan (Atom)

